Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Unjuk Gigi Emiten Otomotif Crazy Rich TP Rachmat (DRMA)
Lihat Foto
Premium

Unjuk Gigi Emiten Otomotif Crazy Rich TP Rachmat (DRMA)

Memasuki paruh kedua 2022, saham emiten otomotif TP Rachmat Dharma Polimetal (DRMA) makin dilirik. Bagaimana perjalanan dan prospeknya?
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com
09 Agustus 2022 | 13:14 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah mengalami pasang surut pada semester I, saham PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) mengawali perjalannya pada paruh kedua 2022 dengan pergerakan menjanjikan. Hingga penutupan perdagangan Senin (9/8/2022) kemarin misalnya, banderol saham emiten otomotif milik crazy rich TP Rachmat ini telah menyentuh Rp820 per saham, alias menguat 20,5 persen dibandingkan level Rp680 pada akhir semester I/2022.

Sejak awal Juli hingga 8 Agustus 2022, minat investor publik terindikasi naik. Ini terlihat dari nilai transaksi saham DRMA pada periode tersebut, yang mencapai Rp433,2 miliar, dengan jumlah saham ditransaksikan melampaui 5,8 juta lot.

Di saat yang sama, investor asing juga melakukan akumulasi dengan nilai net buy Rp55,4 miliar. Net buy asing dalam kurun kurang dari 2 bulan ini bahkan sudah melampaui net buy asing sepanjang semester I/2022 yang mentok pada kisaran Rp15,2 miliar saja.

Menariknya, dengan kondisi penguatan minat ini pun, konsensus Bloomberg menilai harga saham DRMA masih memiliki potensi upside dalam jangka menengah. Terhitung sampai Selasa (9/8), konsensus 5 analis yang mengkover emiten ini tetap kompak menyematkan rating buy atau add.

Namun, patut digarisbawahi pula bahwa level harga saat ini sudah semakin berjarak tipis dengan target harga yang dipatok konsensus. Mereka hanya menarget harga saham DRMA berada pada posisi rata-rata Rp853,75 per saham sampai April tahun depan.

“Kami menyukai DRMA karena proyeksi pertumbuhannya yang besar, potensial berada di atas rata-rata industri dalam beberapa waktu ke depan, yang diikuti margin profit maupun neraca yang juga di atas rata-rata sektornya,” tulis analis Sucor Sekuritas Edward Lowis dan Christopher Konjongan dalam pandangan terakhirnya, dikutip dari Bloomberg Selasa (9/8).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top