Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Historia Bisnis: Galang Dana GJTL, Emiten Pilihan Lo Kheng Hong
Lihat Foto
Premium

Historia Bisnis: Galang Dana GJTL, Emiten Pilihan Lo Kheng Hong

Emiten andalan Lo Kheng Hong, Gajah Tunggal (GJTL), pernah mengumumkan manuver penggalangan dana besar pada 26 tahun silam. Untuk apa?
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com
08 Agustus 2022 | 11:15 WIB

Bisnis.com, Jakarta – Di kalangan investor ritel, PT Gajah Tunggal Tbk. (GJTL) kini memang acap dikenal sebagai emiten andalan investor senior Lo Kheng Hong. Namun, terlepas dari label itu, emiten produsen ban ini sebenarnya sudah malang melintang menyesap asam garam di pasar modal.

Perusahaan rintisan eks obligor BLBI Sjamsul Nursalim ini pertama kali berdiri dengan nama Pabrik Karet Hok Thay Hin, tertanggal 24 Agustus 1951. Sekitar 10 tahun sejak berdiri, barulah perusahaan ganti nama menjadi Gajah Tunggal, sebelum akhirnya terjun ke lantai bursa sebagai emiten pada 1990, atau sekitar 39 tahun sejak dilahirkan.

Dalam perjalannya, GJTL juga beberapa kali berusaha memperbesar skala bisnisnya lewat penggalangan dana lewat penerbitan saham dengan hak memesan efek alias rights issue. Salah satu rights issue bersejarah yang pernah dilakukan perseroan adalah pada 1996, atau sekitar 26 tahun silam.

Perseroan mengumumkan rencana rights issue jumbo tersebut lewat Harian Bisnis Indonesia edisi 8 Agustus 1996, tepat hari ini 26 tahun lalu.

Aksi korporasi penambahan saham itu sebenarnya bukanlah kali pertama. Sebelumnya, GJTL juga sempat melakukan penggalangan dana lewat rights issue pertama yang bergulir pada medio Februari 1994.

Hanya saja, nilai pada rights issue 1994—yang berkisar Rp198 miliar—tidak sebesar obsesi pada aksi korporasi kedua. Bila dirunut dalam prospektus pada arsip Bisnis, tampak bahwa GJTL merencanakan rights issue 792 juta lembar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp1.000 per lembar. Ini artinya, dana yang mereka incar mencapai maksimal Rp792 miliar.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top