Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Historia Bisnis: Wacana "Regrouping" Wijaya Karya (WIKA) dan Yodya Karya
Lihat Foto
Premium

Historia Bisnis: Wacana "Regrouping" Wijaya Karya (WIKA) dan Yodya Karya

Pemerintah berencana melakukan regrouping PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. dan PT Yodya Karya usai IPO WIKA terlaksana.
Dwi Nicken Tari & Rinaldi M. Azka
Dwi Nicken Tari & Rinaldi M. Azka - Bisnis.com
25 Juli 2022 | 17:33 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten konstruksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. berencana mengakuisisi PT Yodya Karya (Persero) usai melaksanakan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada 2007.

Melihat harian Bisnis Indonesia edisi 25 Juli 2007, akuisisi Yodya Karya tersebut merupakan bagian dari regrouping BUMN Karya. Rencananya, pemerintah menyuntikkan saham Yodya Karya ke Wijaya Karya dengan mekanisme inbreng (pengalihan saham).

Nantinya, Wika akan menjadi pemilik 100 persen saham Yodya Karya. Untuk itu, Wijaya Karya dan Yodya Karya pun menandatangani Nota Kesepahaman tentang Regrouping BUMN Karya pada 23 April 2007. Sinergi kedua BUMN ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan kinerja usaha masing-masing.

Slamet Maryono yang menjabat sebagai Direktur Wika kala itu menyampaikan rencana pengalihan saham Yodya Karya ke dalam tubuh perseroan juga tertuang di dalam prospektus IPO Wika.

“Nilai buku dari Yodya Karya sekitar Rp10 miliar dan akan dimasukkan dalam penguatan struktur modal Wika. Prosesnya akan berlangsung setelah IPO namun kami akan menjelaskan transaksi ini dalam prospektus penawaran saham Wika,” kata Slamet.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top