Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Emiten Konsumer UNVR, INDF, ICBP Diapit Peluang Harga Komoditas dan Risiko Depresiasi Rupiah   
Lihat Foto
Premium

Emiten Konsumer UNVR, INDF, ICBP Diapit Peluang Harga Komoditas dan Risiko Depresiasi Rupiah   

Emiten-eminten konsumer, Unilever Indonesia (UNVR), Indofood Sukses Makmur (INDF), dan Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) berpeluang terangkat melandainya harga komoditas, tetapi juga menghadapi risiko depresiasi rupiah.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com
11 Juli 2022 | 14:45 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Melandainya harga sejumlah komoditas pangan menjadi kabar baik bagi sejumlah emiten konsumer seperti PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), dan anak usahanya PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP). Namun, depresiasi rupiah dan pelemahan daya beli juga membayangi prospek sejumlah emiten konsumer tersebut.

Harga pangan global turun mendekati rekor di tengah proyeksi pasokan yang lebih baik dan kekhawatiran resesi di sejumlah belahan dunia. Indeks harga pangan Food and Agricultural Organization (FAO) tergelincir 2,3 persen bulan lalu.

Jagung, gandum dan minyak sawit berjangka terkoreksi setidaknya 18 persen bulan lalu di tengah kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi akan menghambat permintaan komoditas.

Di sisi penawaran, ketersediaan gandum akan meningkat dengan panen yang sedang berlangsung di AS dan Eropa, sementara petani Amerika menanam lebih banyak jagung dari yang diharapkan. Adapun, Indonesia sebagai produsen terbesar minyak sawit mentah diketahui tengah menggenjot ekspor menyusul diangkatnya larangan pengapalan belum lama ini.

Namun demikian, perlu menjadi catatan bahwa secara year-to-date (ytd) indeks tersebut masih terkoreksi 15 persen. Penurunan baru-baru ini juga tidak setajam yang terlihat di masa panen sebelumnya, menggarisbawahi konsumen yang masih dalam impitan lonjakan harga.

Sementara biji-bijian, minyak nabati dan gula mendorong penurunan indeks pangan FAO pada Juni, harga susu naik dan harga daging mencapai rekor baru karena pasokan ayam yang ketat di tengah perang di Ukraina dan wabah flu burung di beberapa negara.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
back to top To top