Bisnis.com, JAKARTA – J.P. Morgan Asia Pasifik menyebut terdapat sejumlah tren yang akan membentuk lansekap perbankan di kawasan. Tren itu mulai dari kemunculan bank digital murni maupun bank konvensional yang mengadaptasi teknologi digital hingga "mega trend" industri perbankan secara umum.
Setidaknya dalam dua tahun terakhir, banyak lahir bank digital di Indonesia. Beberapa nama yang sudah tidak asing lagi adalah PT Bank Jago Tbk. (ARTO), PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI), PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB), hingga PT Bank Aladin Syariah Tbk. (BANK).
Bukan tanpa pondasi yang kuat, bank digital tersebut disokong oleh perusahaan dan pengusaha ternama di baliknya. Selain itu, ekosistem yang sudah terbentuk dari para pemegang saham bank digital tersebut juga akan kian memperkokoh bisnis di masa depan.
Bank Jago misalnya, mendapat dukungan dari kolaborasi dengan ekosistem digital terbesar di Indonesia yaitu Gojek dan Tokopedia lewat PT Dompet Karya Anak Bangsa. Sementara itu, Allo Bank yang dimiliki oleh taipan Chairul Tanjung akan terintegrasi ke ekosistem CT Corp di berbagai sektor industri.
CEO J.P. Morgan Asia Pacific Filippo Gori dalam wawancara eksklusif bersama Bisnis.com menunjukkan bahwa pertumbuhan bank digital saat ini merupakan tren yang muncul di seluruh dunia. Hampir setiap negara memiliki lisensi digital masing-masing mulai dari Hong Kong hingga Singapura, Thailand, Malaysia, dan Indonesia.
“Pandangan kami adalah bahwa setiap bank saat ini perlu memiliki jejak digital agar tetap relevan,” kata Gori kepada Bisnis.com, pekan lalu.