Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Racikan Merger BTN Syariah hingga Jadi BUMN, Kenapa Saham BRIS Masih Loyo?
Lihat Foto
Premium

Racikan Merger BTN Syariah hingga Jadi BUMN, Kenapa Saham BRIS Masih Loyo?

Rencana merger dengan BTN Syariah hingga wacana berubah menjadi BUMN seolah belum mendapat respons positif dari pelaku pasar. Kapan saham BRIS akan kembali ke jalur positif?
Leo Dwi Jatmiko, Dionisio Damara & M. Nurhadi Pratomo
Leo Dwi Jatmiko, Dionisio Damara & M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com
13 Juni 2022 | 08:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) urung keluar dari zona merah di tengah rencana merger dengan unit usaha syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) hingga racikan naik status menjadi badan usaha milik negara (BUMN).

Kementerian BUMN di bawah komando Menteri BUMN Erick Thohir memiliki ambisi besar memperbesar skala perbankan syariah di Indonesia. Salah satu upaya yang akan ditempuh yakni dengan mengintegrasikan Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan UUS Bank Tabungan Negara (BTN).

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan konsolidasi ini merupakan visi pemerintah untuk terus mendorong penguatan ekonomi dan perbankan syariah melalui BSI. Dengan demikian, BSI dapat memperbesar dan memperkuat posisinya dalam hal kapitalisasi pasar.

Tiko melanjutkan bahwa untuk memperkuat perbankan dan ekosistem ekonomi syariah, konsolidasi menjadi penting sehingga BSI dan UUS BTN tidak berjalan masing-masing. Selain itu, aset juga dapat tumbuh menjadi lebih besar lagi.

“BSI pun dapat menjadi bank syariah yang lebih modern dan dapat memenuhi kebutuhan generasi milenial. Harapannya akuisisi customer baru lebih cepat karena jangkauan pasar dan nasabah menjadi lebih luas,” jelasnya, baru-baru ini.

Di sisi lain, integrasi ini merupakan amanat UU No. 21/2008 tentang Perbankan Syariah. Beleid tersebut menetapkan bahwa UUS yang dimiliki oleh bank umum konvensional (BUK) harus melakukan spin-off selambat-lambatnya 15 tahun setelah penerbitan UU.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top