Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Utak-atik Ongkos Nol Emisi Karbon, Hitung Mundur Nasib Batu Bara Indonesia?
Lihat Foto
Premium

Utak-atik Ongkos Nol Emisi Karbon, Hitung Mundur Nasib Batu Bara Indonesia?

Utak-atik ongkos mencapai nol emisi karbon oleh pemerintah, apakah pertanda hitung mundur bagi pemangkasan besar penggunaan batu bara Indonesia?
Nyoman Ary W., Wibi Pangestu, & Reni Lestari
Nyoman Ary W., Wibi Pangestu, & Reni Lestari - Bisnis.com
10 Juni 2022 | 12:28 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah mulai mengutak-atik ongkos mitigasi perubahan iklim untuk memenuhi target nol emisi karbon atau net zero emission pada 2060. Hal ini menjadi alarm bagi batu bara Indonesia, komoditas unggulan yang jadi mesin uang neraca dagang dan sejumlah taipan tambang.

Berdasarkan hitung-hitungan pemerintah, ongkosnya bisa mencapai Rp28.223 triliun, tujuh kali lipat lebih tinggi dari kebutuhan dana untuk memenuhi target Nationally Determined Contributions atau NDC pada 2030. Sayangnya, Indonesia baru mampu memenuhi 34 persen kebutuhan dana setiap tahunnya.Analis Kebijakan Ahli Madya Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Joko Tri Haryanto menjelaskan bahwa pihaknya sedang menyelesaikan perhitungan untuk dokumen Climate Change Fiscal Framework, terkait kebutuhan dana untuk mencapai target net zero emission pada 2060.

"Kalau bicara total kebutuhan dari net zero emission 2060 or sooner, itu hampir tujuh kali lipat dibandingkan dengan NDC 2030," kata Joko di webinar bertajuk Tantangan Sektor Kelistrikan dalam Transisi Energi, Kamis (9/6/2022).

Adapun, berdasarkan dokumen Second Biennial Update Reports (2nd BUR) 2018, kebutuhan untuk menekan emisi karbon pada rentang 2018 hingga 2030 mencapai Rp3.461 triliun.

Perhitungannya diperbaharui melalui dokumen NDC dengan masuknya aspek strategi jangka panjang rendah karbon dan ketahanan iklim 2050, untuk pencapaian net zero emission pada 2060 atau lebih awal. Kebutuhan dananya mencapai Rp3.779 triliun atau Rp343,6 triliun per tahunnya.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top