Bisnis.com, JAKARTA — Keputusan pembagian dividen jumbo emiten BUMN pertambangan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), dan PT Timah Tbk. (TINS) tidak hanya dinikmati oleh pemerintah Indonesia dan investor di dalam negeri.
Berkah kenaikan harga komoditas mengalir deras kepada Bukit Asam, Aneka Tambang (Antam), dan Timah. Kinerja keuangan yang moncer membuat tiga emiten anggota Holding BUMN tambang itu memutuskan pembagian dividen jumbo untuk kinerja periode 2021.
ANTM, TINS, dan PTBA telah merampungkan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang dilaksanakan serempak pada Selasa (24/5/2022).
Hasilnya, PTBA memutuskan untuk membagikan seluruh laba bersih yang diperoleh sepanjang 2021 senilai Rp7,91 triliun menjadi dividen. Jumlah tersebut naik tajam dari dividen tahun buku 2020 sebesar Rp835,38 miliar dengan rasio 35 persen dari laba bersih Rp2,38 triliun.
Keputusan untuk mengerek rasio pembagian dividen juga dilakukan oleh Antam. Emiten produsen emas, nikel, dan bauksit itu menyepakati pembagian dividen sebesar Rp930,87 miliar atau 50 persen dari laba bersih 2021 yang mencapai Rp1,86 triliun.
Jumlah tersebut lebih tinggi dari dividen tahun buku 2019 dan 2020 yang masing-masing sebesar Rp67,84 miliar dan Rp402,27 miliar dengan rasio 35 persen dari laba bersih.