Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
DirekturPT Bank Permata Tbk. Bianto Surodjo (dari kiri), Direktur PT Pos Indonesia Charles Sitorus, Direktur Utama PT M Cash Integrasi Tbk. (MCAS) Martin Suharlie, dan Direktur Mohammad Anis Yunianto, berbincang di sela-sela peluncuran Program Kemitraan M CASH di Jakarta, Selasa (5/12). - JIBI/Dwi Prasetya
Lihat Foto
Premium

Kilau M Cash (MCAS) di Tengah Gejolak Saham Teknologi

Harga saham M Cash tampak konsisten mendaki sejak awal tahun, meski performa emiten-emiten sektor teknologi sedang volatil. Bagaimana prospeknya?
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com
20 Mei 2022 | 16:15 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Tren volatilitas harga saham teknologi di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak awal tahun boleh saja bikin mayoritas emiten di sektor ini ketar-ketir. Namun, hal tersebut sepertinya belum berlaku untuk PT M Cash Integrasi Tbk. (MCAS).

Di tengah volatilitas harga saham emiten raksasa macam PT Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) hingga PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA), MCAS terus mengalami penguatan harga saham yang relatif konsisten sejak awal tahun.

Saham perusahaan penyedia solusi, infrastruktur teknologi dan ekosistem digital tersebut telah menyentuh garis harga Rp13.300 per saham pada penutupan perdagangan Jumat (20/5/2022). Bukan saja mencerminkan penguatan 5,56 persen secara harian, mahar ini juga sudah merepresentasikan tren kenaikan 12 persen secara bulanan, dan 39,63 persen dari posisi Rp9.525 per saham secara year to date (ytd).

Tidak heran jika konsistensi ini turut mengundang kehadiran sejumlah investor strategis baru. Teranyar, emiten dengan kapitalisasi pasar Rp11,17 triliun ini baru saja menyambut kedatangan InfiCom Group sebagai salah satu pemegang saham strategis.

InfiCom Group masuk ke dalam struktur pemegang saham MCAS lewat sayap bisnisnya, Infi Commerce, yang menggunakan sebuah entitas bernama Abell Technology Global Pte Ltd. sebagai kepanjangan tangan dalam transaksi pembelian saham.

Berdasarkan informasi di laman resminya, Inficom Group merupakan perusahaan infrastruktur teknologi yang berbasis di Singapura. Mereka mengklaim telah didanai oleh jaringan investor institusional dengan aset kelolaan kolektif hingga kisaran US$4 miliar atau sekitar Rp58,62 triliun (kurs Rp14.656 per US$).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

To top