Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Kelapa sawit ditumpuk di atas sebuah truk di Penajam, Kalimantan Timur, Rabu (27/11/2019). - Bloomberg/Dimas Ardian
Lihat Foto
Premium

Secercah Peluang bagi Emiten Sawit di tengah Balada Minyak Goreng

Kendati mendapatkan tekanan dari sisi larangan ekspor, emiten yang bergerak di sektor kelapa sawit, masih memiliki prospek menjanjikan di masa mendatang.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com
17 Mei 2022 | 18:32 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Balada minyak goreng diperkirakan masih akan terus berlanjut dan menjadi sentimen tersendiri bagi emiten perkebunan, terutama yang memiliki bisnis di industri kelapa sawit.

Usai terungkapnya kasus dugaan korupsi ekspor minyak goreng yang dilakukan eselon I Kementerian Perdagangan dengan sejumlah perusahaan sawit, pemerintah Indonesia mengambil kebijakan tegas. Kebijakan itu adalah larangan ekspor minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan produk turunannya yang diberlakukan sejak 28 April 2022.

Kebijakan larangan ekspor tertulis dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 22/2022 tentang Larangan Sementara Ekspor CPO, Refined, Bleached and Deodorized (RBD) Palm Oil, RBD Palm Olein, dan Used Cooking Oil.

Dalam peraturan itu, eksportir dilarang melakukan ekspor minyak goreng beserta produk turunannya sementara waktu.

Kebijakan itu pada dasarnya ditujukan pemerintah untuk menekan harga minyak goreng di dalam negeri agar sesuai harga eceran tertinggi (HET). Harapannya, dengan penyetopan ekspor, para produsen CPO di Indonesia dapat mengarahkan produksi olahan minyak sawitnya untuk kebutuhan minyak goreng domestik.

Namun, kebijakan itu rupanya mendapatkan respons berbeda dari para petani kelapa sawit. Para petani yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) pada Selasa (17/5/2022) melakukan aksi demonstrasi serentak di seluruh Indonesia terkait larangan ekspor CPO. Salah satu aksi demonstrasi terbesar terjadi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

To top