Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pekerja menurunkan muatan kargo dari pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 143 setibanya di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Rabu (2/9/2020).Aero Wisata termasuk perusaahaan dengan bisnis logistik untuk Garuda - ANTARA FOTO/Ampelsa
Lihat Foto
Premium

PKPU Menjalar di Garuda Indonesia (GIAA) Group, Aerofood Diberi Waktu 44 Hari

Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhi cucu usaha Garuda Indonesia (GIAA) status PKPU untuk 44 hari ke depan. Kesepakatan kreditur akan menjadi penentu nasib perusahaan apakah damai atau berakhir pailit.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com
21 April 2022 | 05:35 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) sedang tidak baik-baik saja. Maskapai milik negara itu tengah disibukkan untuk meyakinkan para pemberi utang agar menyetujui proposal perdamaian yang mereka ajukan dalam perintah pengadilan. 

GIAA telah dijatuhi status Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan oleh PT Mitra Buana Koorporindo pada pada Desember 2021 lalu. Perusahaan kemudian mengajukan skema penyelesaian utang kepada krediturnya. Awalnya, tagihan yang masuk mencapai 501 kreditur dengan nominal Rp198,81 triliun. 

Akan tetapi, hingga ujung periode PKPU, tagihan ini belum dapat diperiksa seluruhnya. Walhasil, hakim pengawas mengizinkan perpanjangan periode. Tidak hanya sekali, namun saat ini sudah masuk perpanjangan kedua yang akan jatuh tempo pada 20 Mei 2022 mendatang. 

Dalam perpanjangan kedua, hingga 14 Maret 2022 baru 248 kreditur yang telah diperiksa serta diakui tagihannya. Nilai yang diakui pengurus Rp46,64 triliun. Selanjutnya terdapat 229 kreditur yang belum melakukan verifikasi dengan tagihan lebih dari Rp139 triliun. 

Kala itu, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan proses PKPU merupakan proses yang kompleks dan berlapis sehingga perlu dijalankan dengan prinsip kehati-hatian, baik untuk pihak Garuda maupun kreditur. 

“Kami memahami bahwa proses ini juga tidak mudah bagi para pihak, sehingga dibutuhkan waktu yang lebih panjang untuk memenuhi ketentuan administrasi dan verifikasi,” ujarnya melalui keterangan resmi, akhir Maret 2022 lalu. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

To top