Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Bara Sanksi untuk Rusia Kian Panaskan Bukit Asam PTBA
Lihat Foto
Premium

Bara Sanksi untuk Rusia Kian Panaskan Bukit Asam PTBA

Peluang penguatan saham Bukit Asam atau PTBA masih terbuka lebar meski sudah menanjak 31,84 persen sejak awal 2022.
M. Nurhadi Pratomo & Mutiara Nabila
M. Nurhadi Pratomo & Mutiara Nabila - Bisnis.com
12 April 2022 | 15:30 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Produsen tambang batu bara Indonesia tidak terkecuali PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) akan mendapatkan berkah dari pelarangan pasokan emas hitam dari Rusia ke Benua Biru.

Harga batu bara kembali memanas dipicu usulan sanksi baru yang diusulkan oleh Uni Eropa terkait pelarangan pasokan batu bara dari Rusia. 

Lewat riset yang dipublikasikan melalui Bloomberg akhir pekan lalu, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Juan Harahap menjelaskan bahwa usulan sanksi teranyar itu muncul setelah adanya ketidakpastian tentang pengiriman gas pada masa mendatang dari Rusia ke Uni Eropa. Rusia meminta pembelinya untuk membayar dengan mata uang rubel.

Dia menjelaskan bahwa pembeli batu bara dari Eropa kini meningkatkan pengapalan emas hitam dari berbagai belahan dunia. Oleh karena itu, mereka memperkirakan Indonesia juga turut kecipratan berkah dari kondisi geopolitik terkini.

“Pembeli dari Eropa kemungkinan besar mencari beberapa alternatif importir untuk memenuhi kebutuhan energinya,” ujarnya dalam riset yang dikutip, Selasa (12/4/2022).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top