Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Miliarder Indonesia Michael Bambang Hartono, salah satu pemilik Djarum Group, berfoto setelah wawancara di Jakarta, Indonesia, pada 21 Agustus 2018. Hartono, salah satu orang terkaya di Indonesia, yang pundi-pundi kekayaannya berasal dari tembakau, perbankan, dan telekomunikasi, adalah seorang taipan dan juga pemain bridge profesional berusia 78 tahun. Bloomberg - Dimas Ardian
Lihat Foto
Premium

Adu Kuat Saham Orang Terkaya Keluarga Hartono dan Prajogo Pangestu

Sejumlah emiten milik konglomerat keluarga Hartono dan Prajogo pangestu memiliki prospek kinerja yang positif sehingga menjadi sentimen positif bagi pergerakan sahamnya.
Annisa K. Saumi & Hafiyyan
Annisa K. Saumi & Hafiyyan - Bisnis.com
07 April 2022 | 02:59 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Kisah mengenai deretan orang terkaya di Indonesia tentunya menarik untuk disimak. Pada akhir kuartal I dan awal kuartal II, publik khususnya investor mencermati laporan keuangan 2021 emiten, sambil melakukan strategi investasi.

Tahun lalu, Grup Djarum milik orang terkaya di Indonesia, Keluarga Hartono, mengakuisisi dua perusahaan yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia, yakni emiten menara PT Solusi Tunas Pratama Tbk. (SUPR) dan emiten peritel PT Supra Boga Lestari Tbk. (RANC). SUPR dicaplok melalui  PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR), sedangkan RANC diambil melalui PT Global Digital Niaga atau Blibli.com.

Meski telah diakuisisi Grup Djarum, kinerja kedua perusahaan tersebut nyatanya masih mengalami penurunan pada 2021. SUPR misalnya hingga kuartal III/2021, masih mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp548,4 miliar.

Sementara itu, RANC membukukan penurunan kinerja hingga akhir 2021 dengan pendapatan bersih sebesar Rp2,88 triliun atau turun 4,12 persen secara tahunan dari Rp3,01 triliun. RANC juga mencatatkan penurunan laba bersih 88,72 persen dari Rp75 miliar di 2020, menjadi Rp8,46 miliar di 2021.

Nasib berbeda dialami dua emiten Grup Djarum lainnya, yakni PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). Kedua emiten ini mencatatkan pertumbuhan kinerja pada 2021.

TOWR hingga kuartal III/2021 mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,58 triliun atau naik 35,26 persen dari periode yang sama tahun 2020, yang tercatat sebesar Rp1,90 triliun.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

To top