Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Warga berbelanja kebutuhan pokok di salah satu supermarket di Jakarta, Selasa (20/4/2021). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan belanja nasional per April 2021 tumbuh 32,48 persen untuk "nonseasionally adjusted" dan 13,11 persen untuk "seasonally adjusted" secara year on year (yoy). - ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Lihat Foto
Premium

Berburu Diskon Saham Consumer INDF, JPFA, UNVR dkk Sambut Ramadan

Sederet saham consumer non-cylical masih diperdagangkan dengan valuasi murah. Seberapa menarik sektor tersebut dikoleksi menyambut Ramadan 2022
M. Nurhadi Pratomo & Iim Fathimah Timorria
M. Nurhadi Pratomo & Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com
28 Maret 2022 | 12:45 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Periode Ramadan 2022 digadang-gadang akan mendatangkan berkah bagi perusahaan yang bergerak di sektor consumer khususnya barang konsumen primer. Saham emiten mana yang masih diperdagangkan dengan valuasi murah?

Kinerja saham consumer yang masuk kategor non-cylical menurut Bursa Efek Indonesia (BEI) masih kurang mentereng sepanjang periode berjalan 2022. Data otoritas Bursa menunjukkan IDX Sector Consumer Non-Cylical masih terkoreksi 3,70 persen year-to-date (ytd) untuk periode berjalan 2022 hingga akhir sesi Jumat (25/3/2022).

Rapor itu berbanding terbalik dengan IDX Sector Consumer Cylical dengan kenaikan 5,34 persen ytd. Dua indeks yang menaungi emiten penghasil produk barang dan jasa untuk konsumen itu masih underperform dari indeks harga saham gabungan (IHSG) yang telah mencetak return 6,40 persen.

Pergerakan IDX Sector Consumer Non-Cylical tertekan oleh koreksi yang dialami sejumlah emiten konsumen kakap yang masih dalam tren negatif seperti PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), PT Mayora Indah Tbk. (MYOR), dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) untuk periode berjalan 2022.

Di tengah kinerja yang tengah underperform, masih ada sederet emiten consumer non-cylical yang masih diperdagangkan dengan valuasi price-to-earning-ratio (PER) di bawah 10 kali.

Dalam daftar tersebut, ada beberapa nama emiten afiliasi grup konglomerasi kakap seperti PT Tunas Baru Lampung Tbk. (TBLA), PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top