Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Mitra layanan ojek daring Gojek menunjukkan logo merger perusahaan Gojek dan Tokopedia yang beredar di media sosial di shelter penumpang Stasiun Kereta Api Sudirman, Jakarta, Jumat (28/5/2021). Sejumlah mitra pengemudi Gojek berharap mergernya dua perusahan ?startup? Gojek dan Tokopedia memberikan dampak positif bagi kalangan mitra dengan meningkatnya bonus dan insentif karena penggabungan tersebut telah meningkatkan nilai atau valuasi perusahaan. - ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Lihat Foto
Premium

Aksi IPO GoTo, Perubahan Jadwal Hingga Potensi Setop Bakar Uang

Analis memperkirakan perusahaan teknologi akan mulai mengurangi aksi bakar uang dan menyesuaikan strategi sebelum sumber pendanaan menipis.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com
22 Maret 2022 | 14:08 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Penggalangan dana di pasar modal dapat menjadi sumber pendanaan untuk aksi bakar uang bagi perusahaan teknologi. Namun, analis memperkirakan perusahaan teknologi akan mulai mengurangi aksi bakar uang dan menyesuaikan strategi sebelum pendanaannya menipis.

Dalam waktu dekat ini, perusahaan dekakorn PT Goto Gojek Tokopedia Tbk.(GOTO) akan listing di Bursa Efek Indonesia lewat penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Melihat jadwal terbarunya, GOTO akan mencatatkan saham di bursa pada 7 April 2022.

GOTO membidik dana segar senilai Rp17,88 triliun dari aksi IPO tersebut. Perseroan akan melepas 52 miliar saham atau 4,35 persen dari modal ditempatkan dan disetor. Harga penawaran berada pada rentnag Rp316 – Rp346 per saham.

Setelah resmi  menjadi emiten, GOTO akan menjadi perusahaan tercatat dengan kapitalisasi pasar terbesar keempat di bawah PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM).

Lebih lanjut, posisi kas GOTO mencapai US$1,43 miliar per Juli 2021. Adapun, GOTO menggalang ekuitas sekitar US$1,3 miliar lagi pada kuartal IV/2021 dan akan menghimpun dana lagi sekitar US$1,26 miliar pada saat IPO.

Tim Analis J.P. Morgan Sekuritas Indonesia melihat GOTO dapat mengantongi kas sekitar US$3 miliar hingga akhir semester I/2022 setelah memperhitungkan dana untuk bakar uang. Posisi kas itu mencerminkan ketersediaan arus kas untuk 2—3 tahun mengingat rugi EBITDA perseroan sekitar US$1 miliar—US$1,5 miliar. Sebagai perbandingan, GRAB saat ini memiliki posisi kas sekitar US$8 miliar.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top