Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Sinar Mas - Istimewa
Lihat Foto
Premium

Historia Bisnis : Sinar Mas Dimenangkan Pengadilan AS, Restrukturisasi Berlanjut

Grup Sinar Mas sempat jatuh bangun dalam perjalanan bisnisnya. Pada 2005, Grup Sinar Mas berseteru dengan krediturnya di Amerika Serikat.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com
17 Februari 2022 | 16:41 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Grup konglomerasi Sinar Mas pernah terjerat perkara hukum di Amerika Serikat 17 tahun silam. Namun, perseroan berhasil memenangkan proses hukum di Pengadilan AS tersebut.

Frankie Widjaja yang kala itu menjabat sebagai Ketua Restrukturitasi Utang Grup Sinar Mas menyampaikan perseroan kembali memenangkan proses hukum di pengadilan AS atas injunction order (permintaan perintah pengadilan) yang diajukan oleh Oaktree Capital Corporation dan Gramercy Advisers.

Adapun, Oaktree Capital Corporation dan Gramercy merupakan kreditor minoritas yang mewakili 7 persen dari utang Grup Sinar Mas saat itu.

“Kami memang menang atas injunction di pengadilan AS karena pengadilan menilai alasan yang diajukan kreditor itu dianggap tidak masuk akal. Minoritas kreditor itu meminta pembayaran utang dilakukan secara penuh, padahal masih ada kreditor yang memegang mayoritas utang,” kata Frankie kepada Bisnis, Rabu (16/2/2005).

Lebih lanjut, perusahaan di bawah Grup Sinar Mas yang telah menandatangani perjanjian restrukturisasi adalah PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk., PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk., dan PT Pindo Deli.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

To top