Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Anomali Kinerja Rio Tinto hingga Vale Kala Commodity Supercycle
Lihat Foto
Premium

Anomali Kinerja Rio Tinto hingga Vale Kala Commodity Supercycle

Pesta kenaikan harga sejumlah komoditas global sepanjang 2021 tidak serta merta berimbas positif terhadap kinerja Rio Tinto Group, Vale SA, hingga BHP Group Ltd.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com
14 Februari 2022 | 08:36 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Pesta harga komoditas atau commodity supercycle tidak mampu menjadi penyelamat untuk kinerja keuangan perusahaan pertambangan global seperti Rio Tinto Group, Vale SA, dan BHP Group Ltd.

Anomali itu terefleksi dari data sejumlah raksasa tambang global yang melaporkan penurunan keuntungan pada paruh kedua tahun lalu. Korporasi yang bernasib malang di antaranya raja bijih besi Rio Tinto Group, Vale SA, dan BHP Group Ltd.

Bloomberg mencatat, gabungan keuntungan perusahaan-perusahaan tersebut pada paruh kedua tahun lalu hanya US$73 miliar, jauh di bawah realisasi pada 6 bulan pertama 2021 yang mencapai US$82 miliar. Kenaikan harga di pasar global pun tak mampu memberikan keleluasaan bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi bisnis.

Selain memilih menggunakan keuntungan untuk memberikan dividen kepada pemegang saham, mahalnya ongkos produksi juga menghambat langkah korporasi untuk memperluas usaha.

“Ini menunjukkan tidak ada banyak kepercayaan jangka panjang, dengan ketidakpastian China berada di garis depan kekhawatiran,” kata David Bassanese, Kepala Ekonom BetaShares di Sydney, dilansir Bloomberg, Senin (14/2/2022).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
Berlangganan Sekarang
back to top To top