Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Badai PKPU Sederet Emiten Belum Berlalu
Lihat Foto
Premium

Badai PKPU Sederet Emiten Belum Berlalu

SRIL, GIAA, hingga WSBP tengah berjibaku menghadapi gugatan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).
Annisa Saumi & Rinaldi M. Azka
Annisa Saumi & Rinaldi M. Azka - Bisnis.com
11 Februari 2022 | 08:37 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Perjalanan awal periode 2022 sederet emiten mulai dari PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex hingga PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) harus diwarnai dengan menghadapi gugatan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) dan mencari jalan keluar yang terbaik bagi kreditur dan perusahaan.

Baru-baru ini, dua kreditur Sritex, PT Bank QNB Indonesia Tbk. dan PT Citibank N.A. Indonesia mengajukan permohonan kasasi atas putusan homologasi dalam perkara PKPU Sritex dan tiga anak usaha lainnya.

Corporate Secretary Sritex Welly Salam menyampaikan pihaknya telah menerima pemberitahuan pernyataan memori kasasi dari Pengadilan Negeri Semarang pada Senin (7/2/2022).

“Dengan dimulainya proses kasasi berdasarkan pemberitahuan pernyataan memori kasasi tersebut, maka saat ini Putusan Homologasi belum memiliki kekuatan hukum yang tetap dan final,” ujar Welly dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Jumat (11/2/2022).

Dia melanjutkan, dengan dimulainya proses kasasi tersebut, ketentuan-ketentuan yang diatur dalam rencana perdamaian, sepanjang ketentuan-ketentuan tersebut mempersyaratkan rencana perdamaian untuk memiliki kekuatan hukum yang tetap dan final, masih belum berlaku.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
Berlangganan Sekarang
back to top To top