Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Historia Bisnis : Bursa ‘Pelototi’ Rencana Merger BUMI & ENRG
Lihat Foto
Premium

Historia Bisnis : Bursa ‘Pelototi’ Rencana Merger BUMI & ENRG

Rencana merger antara Bumi Resources (BUMI) dan Energi Mega Persada (ENRG) menjadi perhatian Otoritas Bursa.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com
03 Februari 2022 | 15:30 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Manajer PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) turun tangan langsung mencari kejelasan kabar merger antara PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dan PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG).

Grup Bakrie tengah meracik strategi untuk memperbesar skala bisnis pertambangan. Salah satu opsi yang mengemuka 16 tahun silam adalah penggabungan antara BUMI dan ENRG.

Langkah itu terbilang fenomena baru saat itu. Pasalnya, penggabungan dilakukan antara dua perusahaan yang memiliki konsentrasi komoditas berbeda.

BEJ ikut turun tangan mencari tahu kebenaran rencana merger antara BUMI dan ENRG. Dinamika itu terekam dalam pemberitaan Koran Bisnis Indonesia edisi 3 Februari 2005 di artikel berjudul ‘BEJ telaah rencana merger BUMI’.

BEJ menyebut saat itu Bumi Resouces sedang melakukan penjajakan awal penggabungan usaha dengan Energi Mega Persada. Penjelasan perseroan tambang batu bara itu disampaikan kepada Otoritas Bursa secara tertulis 2 Februari 2006 malam.

“Setelah kami surati, manajemen Bumi menyampaikan balasan. Perusahaan ini mengakui telah melakukan penjajakan awal merger. Kami masih melakukan penelaahan lebih lanjut atas rencana itu,” ujar Yose Rizal selaku Kepala Divisi Pencatatan Sektor Riil BEJ kala itu.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top