Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Cuan Besar Crazy Rich Low Tuck Kwong (BYAN) dari Rekor Harga Batu Bara
Lihat Foto
Premium

Cuan Besar Crazy Rich Low Tuck Kwong (BYAN) dari Rekor Harga Batu Bara

Pemerintah telah membuka kembali pintu ekspor batu bara. Bos Bayan Resources (BYAN), crazy rich Low Tuck Kwong akan diuntungkan oleh kebijakan ini.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com
03 Februari 2022 | 22:34 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara dunia kembali menghijau setelah turun 4 hari beruntun akibat keputusan pemerintah Indonesia. Setelah melarang ekspor sepanjang Januari 2022, pemerintah mulai mengizinkan kapal-kapal raksasa pengangkut emas hitam itu meninggalkan pelabuhan menunuju negara pembeli. 

Meski demikian, tingginya permintaan dunia, harga batu bara hari ini (3/2/2022) untuk seluruh pengiriman kembali mendaki naik. ICE NewCastle untuk pengiriman Februari 2022 bahkan mencatatkan harga batu bara menembus US$220 per ton atau menguat 0,92 persen secara  harian. 

Salah satu sosok yang diuntungkan naiknya harga batu bara ini adalah crazy rich Dato’ Low Tuck Kwong.

Lonjakan harga batu bara membuat pada awal pekan ini nilai kekayaan bos PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) melonjak mencapai US$3,3 miliar atau Rp47,47 triliun (kurs Rp14.385 per US$). Rapor tersebut membuat Low menyalip bos Grup Triputra Theodore Permadi Rachmat, yang mengekor di peringkat 8 dengan harta US$3 miliar.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top