Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pegawai money changer merapikan uang nominal Rp50.000 dan Rp100.000 di Jakarta, Indonesia, Selasa (18/8/2020). - Bloomberg/Dimas Ardian
Lihat Foto
Premium

Harap Cemas Menanti Rights Issue BACA hingga BANK

Deretan bank mini seperti Bank Capital (BACA) hingga Bank Aladin Syariah (BANK) masih berjibaku untuk memenuhi ketentuan modal inti minimal Rp2 triliun.
Herdanang A. Fauzan, Azizah Nur Alfi, & M. Nurhadi Pratomo
Herdanang A. Fauzan, Azizah Nur Alfi, & M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com
14 Januari 2022 | 15:31 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Aksi korporasi penambahan modal melalui skema rights issue sejumlah emiten bank mini sebagai bagian pemenuhan ketentuan modal inti masih belum kunjung dieksekusi.

Makin mepetnya tenggat waktu pemenuhan batas bawah modal inti perbankan mendorong tren galang dana di kalangan emiten baik lewat rights issue maupun private placement, bertambah semarak. 

Namun, di tengah kemeriahan tersebut, perasaan ketar-ketir agaknya juga mendera sebagian bank. Pasalnya, tidak semua dari emiten-emiten tersebut telah mengeksekusi rencana bisnisnya dengan mulus.

Lewat POJK Nomor 03/2020, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mewajibkan bank-bank kecil untuk mencapai modal inti minimal Rp2 triliun di akhir 2021 dan Rp3 triliun di akhir 2022. Namun, hingga akhir 2021 kemarin, belum seluruhnya telah berhasil memenuhi ketentuan yang pertama.

Per hari ini, setidaknya terdapat 22 emiten perbankan yang memiliki modal inti pada rentang Rp1 triliun hingga Rp5 triliun. Dari 22 emiten tersebut, 13 emiten telah mengumumkan angka modal inti per akhir Desember.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top