Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Petugas medis menunjukkan vaksin sinopharm di Sentra Vaksinasi Gotong Royong Perbanas, Lapangan Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu (19/6/2021). Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) bekerjasama dengan Bio Farma dan Kimia Farma menyiapkan 130.000 dosis vaksin sinopharm pada program vaksinasi gotong royong secara mandiri bagi 65.000 karyawan dari 48 bank pemerintah, swasta, nasional, asing dan daerah. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Lihat Foto
Premium

Vaksin Booster Meluncur, KLBF, IRRA, hingga KAEF Tahan Banting?

Emiten sektor kesehatan bergerak volatil menjelang bergulirnya program vaksin booster Covid-19 pada hari ini Rabu (12/1/2022).
Rinaldi Mohammad Azka & M. Nurhadi Pratomo
Rinaldi Mohammad Azka & M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com
12 Januari 2022 | 06:01 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Pergerakan saham sejumlah emiten di sektor kesehatan volatil jelang jadwal perdana program vaksin booster Covid-19 yang dijadwalkan berlangsung pada hari ini Rabu (12/1/2021). Bagaimana prospek KLBF, IRRA, hingga KAEF ke depan?

Harga saham tiga emiten farmasi besar seperti PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF), PT Indofarma Tbk. (INAF), dan PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) kompak parkir di zona merah pada akhir perdagangan Selasa (11/1/2022).

Pergerakan berbalik terkoreksi meski pada hari sebelumnya, Senin (10/1/2022), ketiga emiten itu kompak menguat di zona hijau dan membukukan kenaikan signifikan dalam sehari.

Bergulirnya program vaksin Covid-19 booster digadang-gadang akan menjadi katalis positif bagi emiten-emiten di sektor kesehatan. Presiden Joko Widodo telah menegaskan vaksin booster akan diberikan gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Direktur Keuangan Kalbe Farma Bernadus Karmin Winata menjelaskan uji klinis vaksin Covid-19 GX-19N yang dikembangkan KLBF bersama Genexine Inc. memang didesain sebagai booster.

“Sekarang uji klinis masih sedang berjalan. Setelah uji klinis selesai, baru izin edarnya bisa dimintakan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan [BPOM]. Target uji klinis akhir kuartal II tahun ini, sehingga izin pemakaian dari BPOM bisa sebelum akhir 2022,” urainya kepada Bisnis, Selasa (11/1/2022).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top