Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Petugas menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (16/3/2020). - Bisnis/Arief Hermawan P
Lihat Foto
Premium

Pesta Diskon Saham Blue Chip dengan PER & PBV Terendah Awal 2022

Sederet saham anggota Indeks LQ45 masih diperdagangkan dengan valuasi murah sampai dengan awal perdagangan saham 2022.
M. Nurhadi Pratomo & Asteria D.K. Sari
M. Nurhadi Pratomo & Asteria D.K. Sari - Bisnis.com
06 Januari 2022 | 13:45 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Pergerakan saham-saham blue chip anggota Indeks LQ45 yang kurang bertaji sepanjang 2021 membuat sejumlah emiten memiliki banderol harga terdiskon memasuki perdagangan 2022.

Saham-saham blue chip mengalami tekanan sejak awal 2021. Tidak heran jika beberapa emiten justru menjadi laggard atau pemberat pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) tahun lalu.

Indeks LQ45 harus membukukan rapor merah karena terkoreksi 0,37 persen secara year to date (ytd) 2021. Pencapaian itu berbanding terbalik dengan IHSG yang justru menguat 10,08 persen sepanjang periode yang sama.

Memasuki periode 2022, sederet emiten masih diperdagangkan dengan price to earning ratio (PER) di bawah 10 kali dan price to book ratio (PBV) di bawah 1 kali. Dua indikator itu kerap dijadikan salah satu rujukan untuk melihat mahal atau murahnya valuasi suatu saham.

Sebagai catatan, investor sekelas Lo Kheng Hong juga memakai indikator PER dan PBV dalam menganalisis fundamental suatu emiten.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top