Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pejalan kaki berjalan di depan kompleks Exchange Square, yang menjadi lokasi Hong Kong Stock Exchange, di Hong Kong, China, Jumat (29/5/2020). - Bloomberg/Lam Yik
Lihat Foto
Premium

Ragam Aksi Crazy Rich Asia Jaga Kantong Tetap Tebal

Sederet strategi investasi ditempuh para crazy rich Asia untuk meminimalisasi tergerusnya imbal hasil.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com
24 Desember 2021 | 08:20 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Para konglomerat di Asia diduga mulai melakukan diversifikasi portofolio investasi ke instrumen alternatif.

Indikasi itu menguat ditandai dengan masuknya dana mencapai US$30 juta per individu ke instrumen investasi alternatif melalui bank swasta dan perusahaan investasi.

Penempatan aset oleh JP Morgan Chase & Co. dari nasabah di Asia tercatat mencapai dua kali lipat pada tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu dan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa.

Di JP Morgan, total dana yang dikumpulkan dari klien asal Asia mencapai miliaran dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun ini, dan ditempatkan ke dana lindung nilai.

HSBC Holdings Plc. pun mencatatkan torehan serupa, dengan lebih dari setengah dana kelolaan ditempatkan ke instrumen alternatif. Pun dengan Credit Suisse Group AG dan Apollo Global Management.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top