Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/9/2020). - Bisnis/Himawan L Nugraha
Lihat Foto
Premium

Historia Bisnis: Merger BEJ Ciptakan Sejarah Baru Bursa Efek Indonesia

Kapitalisasi Bursa Efek Indonesia terus tumbuh, hingga Senin (6/12/2021), kapitalisasi yang dibukukan telah menembus lebih dari Rp8.000 triliun.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com
07 Desember 2021 | 12:54 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Sejarah pembentukan Bursa Efek Indonesia melewati proses yang panjang. Saat ini pasar saham Indonesia itu per 6 Desember 2021 memiliki kapitalisasi Rp8.140 triliun. Para investor global menjadikan pasar ini pilihan, bahkan masuk saat gelaran initial public offering digelar. 

Bandingkan dengan posisi akhir 1997 dengan nilai Rp159,92 triliun di Jakarta dan Rp157,85 triliun di Surabaya. Telah terjadi lonjakan kapitalisasi gabungan kedua bursa 2.461 persen dalam 23 tahun terakhir. 

Lonjakan kapitalisasi ini sendiri dalam perjalanannya mengalami naik turun seiring pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan. Meski demikian, salah satu momen yang memperkuat kapitalisasi pasar modal Indonesia adalah merger antara Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES). 

Bisnis Indonesia edisi 7 Desember 2006 melaporkan jalan panjang untuk merger ini dengan tajuk 'BEJ & BES Segera Bergabung'. 

Dalam edisi 15 tahun lalu itu disampaikan penggabungan BEJ dan BES menjadi Bursa Efek Indonesia oleh para pemegang saham diharapkan mampu meningkatkan kapitalisasi pasar serta dapat bersaing dengan bursa lain di kawasan di regional bahkan global seperti yang diharapkan pemerintah.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top