Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pekerja mengambil gambar pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan ponselnya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/5 - 2020). ANTARA FOTO / Muhammad Adimaja
Lihat Foto
Premium

Sederet Kabar Baik untuk IHSG dari Desember hingga 2022, Apa Saja?

Kinerja bursa saham Indonesia diperkirakan berkilau pada Desember nanti hingga awal 2022. Sejumlah sentimen positif siap mendorong IHSG melanjutkan kinerja ciamiknya.
Rinaldi M. Azka & Yustinus Andri
Rinaldi M. Azka & Yustinus Andri - Bisnis.com
29 November 2021 | 05:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Langit cerah diperkirakan mewarnai pasar modal mulai Desember hingga setidaknya awal tahun depan. Lantai bursa Indonesia pun diyakini mampu melanjutkan kinerja positifnya dan mencatatkan kinerja terbaik secara regional.

Adapun sepanjang tahun ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah mengalami kenaikan 9,74 persen. Bahkan, indeks sempat mencapai titik all time high (ATH) atau tertinggi sepanjang sejarah di level 6.754 pada 22 November 2021.

Sementara itu, menjelang Desember 2021, IHSG diperkirakan kembali melompat dengan sejumlah sentimen utama seperti window dressing.

Pengamat pasar modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia Reza Priyambada mengatakan, window dressing merupakan fenomena yang acap kali terjadi menjelang akhir tahun. Dengan demikian, fenomena itu akan berimbas pada naiknya harga saham dan juga indeks acuan saham.

"Terjadinya aksi beli ini karena adanya persepsi dari sebagian pelaku pasar bahwa jelang akhir tahun market akan naik," urainya kepada Bisnis, Minggu (28/11/2021).

Dia menilai kenaikan IHSG tersebut merupakan hasil dari persepsi para pelaku pasar yang sama-sama berpikir akan terjadi window dressing.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top