Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pekerja mengambil gambar pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan ponselnya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/5/2020). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG pada Senin (11/5 - 2020) berakhir di level 4.639,1 dengan penguatan sekitar 0,91 persen atau 41,67 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya. ANTARA FOTO / Muhammad Adimaja
Lihat Foto
Premium

Ancang-Ancang IPO GoTo dan Kode Emtek hingga Aturan IPO Unicorn

Aksi IPO perusahaan teknologi di lantai bursa pada 2022 diperkirakan makin ramai, termasuk yang akan dilakukan entitas usaha PT Elang Mahkota Teknologi Utama Tbk. (EMTK) serta GoTo yang makin santer disebut bakal masuk BEI.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com
16 November 2021 | 19:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Tren aksi penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) perusahaan teknologi diyakini akan makin meningkat pada tahun depan. Apalagi setelah Bukalapak.com (BUKA), sejumlah unicorn hingga decacorn antre untuk menjajal peruntungannya di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI).

Salah satu rencana IPO yang paling dinanti-nanti saat ini adalah entitas gabungan dari Gojek dan Tokopedia alias GoTo. Entitas gabungan tersebut dikabarkan sedang bersiap untuk menjadi perusahaan terbuka guna meningkatkan modal atau mengizinkan investor awal untuk memonetisasi kepemilikan mereka. Jika IPO terlaksana, maka GoTo diproyeksikan bakal meraup dana yang lebih besar dibandingkan Bukalapak yang lebih dulu melantai.

Sejauh ini belum ada pernyataan resmi mengenai nilai wajar saham apabila GoTo jadi melakukan IPO. Namun, sejumlah analis memperkirakan valuasi Gojek dan Tokopedia setelah merger mencapai US$40 miliar atau sekitar Rp570 triliun.

Apabila 10 persen dari valuasi tersebut dilepas ke publik melalui IPO, maka nilainya berpotensi mencapai Rp57 triliun. Dengan nilai ini, maka aksi korporasi GoTo itu bakal mengalahkan nilai IPO saham Adaro ataupun Bukalapak.

Selain itu, dengan valuasi ini, GoTo akan berada dalam deretan emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar, bahkan berpotensi menggeser emiten-emiten big caps lain yang sudah lama melantai di Bursa.

CEO Grup GoTo Andre Soelistyo mengatakan Indonesia dan Asia Tenggara adalah dua pasar dengan prospek pertumbuhan yang paling menjanjikan di dunia.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

To top