Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
ilustrasi pergerakan harga saham
Lihat Foto
Premium

Tato Bursa, Gelombang Ekuitas Negatif Terjang Emiten

Sejumlah ‘tato’ atau notasi khusus terlihat menghiasi sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia seiring dengan adanya gelombang ekuitas negatif akibat pandemi Covid-19 yang masih terus menghantui.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com
12 November 2021 | 15:45 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Cukup banyak emiten yang harus menghadapi permasalahan ekuitas, sehingga Bursa Efek Indonesia menyematkan ‘tato’ atau notasi khusus. Sejumlah Notasi khusus E, M, hingga B terlihat cukup banyak menghiasi daftar emiten.

Notasi atau tato E mencerminkan bahwa laporan keuangan terakhir emiten menunjukkan ekuitas negatif. Sementara tato M memunjukkan adanya permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap emiten yang bersangkutan. Terlebih lagi terdapat beberapa emiten dengan permohonan pernyataan pailit atau bertato B.

Merujuk pada data Bursa Efek Indonesia per 12 November 2021, dari total 78 emiten dalam daftar notasi khusus, ada 38 emiten yang memiliki tato E.Beberapa diantaranya adalah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), PT Bakrie Sumatera Plantattions Tbk. (UNSP), dan PT Mahaka Media Tbk (ABBA).

Sementara itu, tercatat lima emiten yang disematkan notasi M, yaitu PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL), PT Tridomain Perdormance Materials Tbk.(TDPM), PT Pelangi Indah Canindo Tbk.(PICO), PT Waskita Beton Precast Tbk.Bahkan adapula emiten, yang memiliki tato ganda E hingga M, misalnya PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA).

Sementara emiten dengan notasi B atau adanya permohonan pailit seperti PT Golden Plantation Tbk. (GOLL), PT Grand Kartech Tbk. (KRAH), PT Pan Brother Tbk. (PBRX), dan PT Hanson International Tbk.(MYRX).

Adapun, dari sejumlah emiten yang terkena pemantauan khusus tersebut, terdapat beberapa emiten yang menarik perhatian pasar. Salah satunya Garuda Indonesia yang sempat mendapat gugatan pailit dari Aercap Ireland Limited (Aercap) pada 4 Juni 2021. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

To top