Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
HISTORIA BISNIS: Duet Tommy Soeharto dan Setiawan Djody, Penyelamat Lamborghini dari Indonesia
Lihat Foto
Premium

HISTORIA BISNIS: Duet Tommy Soeharto dan Setiawan Djody, Penyelamat Lamborghini dari Indonesia

Harian New York Times pada 18 November 1993 melaporkan Chrysler Corp sepakat untuk menjual Automobili Lamborghini S.p.A ke konglomerat Indonesia Setiawan Djody, teman karib Tommy Soeharto, seharga US$25 juta—US$40 juta.
Gajah Kusumo
Gajah Kusumo - Bisnis.com
12 November 2021 | 10:32 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Pengusaha, pemusik, dan budayawan Salahuddin Setiawan Djodi Nur Hadiningrat alias Setiawan Djody, karib dari Hutomo ‘Tommy Soeharto’ Mandala Putra, pernah menggemparkan dunia otomotif internasional saat membeli Lamborghini melalui Megatech Ltd, perusahaan holding yang bermarkas di Bermuda.

Resesi global pada periode 1990—1991 akibat perang Teluk memicu kenaikan harga minyak dan berujung pada tekanan inflasi di AS. Sejumlah produsen otomotif di Negeri Paman Sam pun akhirnya terkena imbas penurunan penjualan mobil. Tak terkecuali, Chrysler Corporation, produsen otomotif terbesar ketiga di AS setelah General Motor dan Ford Motor Company, yang terpaksa melego Automobili Lamborghini S.p.A, unit mobil sport berbasis di Modena, Italia yang dibelinya dari Patrick Mimran pada 1987 seharga US$25 juta.

Adapun, pembeli Lamborghini dari Chrysler Corp adalah Megatech Ltd, yang tak lain dan tak bukan adalah perusahaan dalam jaringan konglomerasi Setdco Group yang dimiliki oleh Setiawan Djody, yang menurut majalah Globe Asia 2018 tercatat sebagai orang terkaya ke-148 di Indonesia dengan kekayaan US$130 juta. Pembelian dilakukan pada 2 November 1993 di Detroit, AS.

Sementara itu, nama Tommy Soeharto, ketika itu disebut-sebut berada di balik pembelian Lamborghini oleh Djody, yang bisnis utamanya kala itu minyak dan perkapalan.

Meski demikian, tak urung, pembelian Lamborghini itu pun mengangkat nama Setiawan Djody ke kancah dunia bisnis internasional hingga kelak dia dijuluki oleh para manajer investasi di Wall Street AS sebagai ‘the deal maker’ seiring dengan kemenangannya dalam tender tambang minyak terbesar di Kazakhstan pada 1997.

Selain Lamborghini, saat itu Djody juga menggenggam 35% saham Vector Aeromotive Corp, pabrikan supercar asal AS. Tak heran, jika salah satu unitnya, yaitu Vector W8, yang hanya diproduksi 17 unit, sempat menggegerkan Sirkuit Sentul dengan kemunculannya pada 1992.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
back to top To top