Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pendiri Alfamart Alfa Midi Djoko Susanto. - Universitas Bunda Mulia
Lihat Foto
Premium

Manuver Alfamart (AMRT) & Ledakan Harta Djoko Susanto

Alfamart (AMRT) mulanya dibangun Djoko Susanto dengan Putera Sampoerna. Kongsi ini berakhir pada 2005. Djoko juga membentuk Alfa Midi yang berada di bawah naungan kode saham MIDI.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com
26 Oktober 2021 | 14:14 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) kembali melakukan manuver penting. Pada Senin (25/10/2021), emiten pengelola ritel modern Alfamart tersebut mengumumkan penambahan kepemilikan terhadap PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI), salah satu entitas anak yang mengelola jaringan ritel Alfamidi.

Tak kurang dari 77,99 juta lembar saham dibeli perseroan dengan tanggal transaksi 3 hari sebelumnya, alias pada Jumat (22/10). Aksi tersebut mengerek kepemilikan AMRT terhadap MIDI, dari 86,72 persen menjadi 89,43 persen.

“Tujuan transaksi adalah untuk investasi. Jumlah saham setelah transaksi menjadi 2.577.547.300 saham,” papar Financial Plan & Reporting Manager AMRT Lana Pudjianto lewat dokumen keterbukaan informasi publik.

Dengan harga pembelian Rp1.990 per saham, AMRT memang perlu merogoh kocek hingga Rp155,2 miliar untuk mewujudkan transaksi di atas. Namun, agaknya manuver tersebut tidak akan berujung sia-sia.

Pasalnya sejauh ini, investor pun cenderung merepons transaksi tersebut secara positif. Hal ini tampak dari pergerakan saham AMRT yang menguat 0,8 persen ke level Rp1.255 per saham pada sesi pertama perdagangan Selasa (26/10). Sedangkan saham WIDI sudah bertengger di level Rp2.190 per lembar.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

To top