Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Sejumlah kapal tongkang pengangkut batubara melakukan bongkar muatan di perairan Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (19/7/2021). Kementerian ESDM menetapkan Harga Batubara Acuan (HBA) Juli 2021 menjadi US115,35 per ton atau mengalami kenaikan US15,02 per ton dari US100,33 per ton pada bulan Juni 2021. - ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Lihat Foto
Premium

Harga Batu Bara Naik Lagi, Saham Siapa Bisa Melejit?

Harga batu bara kembali mengalami kenaikkan setelah sempat terkoreksi. Lalu bagaimana nasib saham-saham emiten produsen batu bara di Bursa Efek Indonesia (BEI)?
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com
26 Oktober 2021 | 17:15 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Prospek cerah diperkirakan masih meliputi batu bara setidaknya hingga akhir tahun ini, meskipun harga komoditas itu sempat terkoreksi beberapa waktu lalu. Kondisi tersebut pun nampaknya bakal mendongkrak saham-saham emiten produsen batu bara di Bursa Efek Indonesia (BEI) 

Adapun, harga batu bara di bursa ICE Newcastle kembali mengalami penguatan setelah sempat turun pada akhir pekan lalu. Harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak Desember 2021 berada di angka US$195,45 per metrik ton pada Senin (25/10/2021). Harga itu naik sekitar 14,45 poin dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya. 

Jika ditarik mundur, pada perdagangan Jumat (22/10/2021), batu bara mengalami penurunan harga, yakni berada di US$181 per metrik ton. Angka itu turun cukup dalam dari rekor sebelumnya di US$272 per metrik ton pada 5 Oktober 2021. 

Sementara itu, untuk kontrak Oktober 2021, bursa ICE Newcastle mencatatkan koreksi sekitar 4 poin menjadi U$226 per metrik ton, dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya US$230 per metrik ton.

Meski turun, harga batu bara masih cukup menjanjikan seiring dengan krisis ekonomi yang terjadi di sejumlah negara. Beberapa di antaranya, seperti Eropa, China, dan India. 

Adapun persiapan musim dingin negara di belahan utara bumi, menyebabkan permintaan energi masih cukup tinggi. Bahkan, beberapa negara dengan komitmen pengguna energi bersih mulai kembali mengoperasikan pembangkit listrik berbasis batu bara, seperti Inggris dan Kanada.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

To top