Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pabrik PT Indofarma Tbk. Pada 2019, perusahaan farmasi milik negara itu berhasil mencetak laba setelah 3 tahun menderita kerugian. - indofarma.id
Lihat Foto
Premium

Historia Bisnis : Investor Korsel & Singapura Incar Indofarma (INAF)

Kementerian Menneg BUMN mengundang sekitar 40 investor strategis baik lokal maupun internasional untuk berpartisipasi dalam divestasi mayoritas saham Indofarma (INAF).
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com
22 Oktober 2021 | 13:30 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Rencana Divestasi Saham BUMN farmasi, PT Indofarma Tbk. (INAF), mencuri perhatian investor asing.

Indofarma melakukan pencatatan perdana saham atau listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 April 2001. Kala itu, perseroan melepas 596,88 juta lembar saham dengan harga pelaksanaan Rp250.

Lewat penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO), emiten berkode saham INAF itu mengantongi dana segar Rp149,22 miliar.

Tidak lama berselang setelah aksi korporasi itu, muncul rencana divestasi saham Indofarma. Kelanjutan rencana itu terekam dalam pemberitaan Koran Bisnis Indonesia edisi 22 Oktober 2002 di artikel berjudul ‘Investor asing masih minati Indofarma’. 

Dua investor dari Korea Selatan (Korsel) dan Singapura disebut masih berminat mengikuti tender divestasi 51 persen saham Indofarma.

Berdasarkan sumber pemberitaan Bisnis kala itu, dua investor tersebut adalah investor strategis dan tetap berminat walaupun terjadi ledakan bom di Bali pada 2002.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top