Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Menakar Akuisisi PANI oleh Agung Sedayu Hingga DGIK dengan DGK, Sinyal Backdoor Listing?
Lihat Foto
Premium

Menakar Akuisisi PANI oleh Agung Sedayu Hingga DGIK dengan DGK, Sinyal Backdoor Listing?

Sebanyak 80 persen saham PANI beralih entitas Agung Sedayu Group. Konglomerasi pengembang Pantai Indah Kapuk (PIK) ini semula mewacanakan IPO pada 2020 salah satu usahanya. Sedangkan DGIK diakuisisi oleh perusahaan sejenis sehingga berpotensi untuk dikonsolidasikan.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com
11 Oktober 2021 | 23:24 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk. (PANI) dan PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk. (DGIK) menjadi dua dari segelintir emiten yang sahamnya bergerak volatil dalam beberapa hari terakhir. Pemicunya tidak lain adalah pengumuman akuisisi oleh investor baru terhadap kedua perusahaan.

PANI, yang bergerak di industri pengolahan dan pengalengan hasil perikanan, dicaplok oleh entitas bernama PT Multi Artha Pratama (MAP). Tak tanggung-tanggung, 328 juta lembar alias 80 persen saham perseroan diambil alih oleh entitas baru tersebut.

Dana segar yang mengalir dalam transaksi tersebut berkisar Rp54,12 miliar. Bila dirunut, MAP dikontrol oleh raksasa properti Agung Sedayu Grup (50 persen) dan perusahaan konstruksi Tunas Mekar Jaya (50 persen). Entitas dari Agung Sedayu ini dipimpin oleh sejumlah nama besar purnawirawan militer seperti Freddy hingga Nono Sampono. 

Nama kedua yakni DGIK juga diambil alih oleh entitas baru pada pekan lalu. Bergerak di bidang konstruksi, saham mayoritas perusahaan ini dicaplok oleh PT Global Dinamika Kencana (GDK) yang sebelumnya kondang sebagai pengendali emiten jarum suntik PT Itama Ranoraya Tbk. (IRRA).

GDK mengambil alih lebih dari 2,87 miliar lembar alias 51,85 persen saham DGIK dari sejumlah investor lama seperti PT Lintas Kebayoran Kota, PT Lokasindo Aditama, hingga PT Rezeki Segitiga Emas dan PT Multidaya Hutama Indokarunia. Transaksi dilakukan dengan harga rata-rata Rp80 per saham, alias melibatkan dana segar Rp229,95 miliar.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top