Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Operasional tambang batu bara kelompok usaha Bumi Resources. - bumiresources.com
Lihat Foto
Premium

Historia Bisnis: Pemerintah Incar 51 Persen Saham BUMI Selesaikan BLBI

Nirwan Dermawan Bakrie menandatangani perjanjian Penyelesaian Kewajiban Pemegang Saham dan Pengakuan Utang (PKPS-APU) pada 15 November 2000 dengan jumlah utang Rp3,59 triliun.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com
29 September 2021 | 21:45 WIB

Bisnis.com, JAKARTA  - Pemerintah melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional -yang kemudian hari bersalin nama menjadi Perusahaan Pengelola Aset (PPA)- mengincar PT Bumi Resources Tbk (BUMI) milik Nirwan Dermawan Bakrie untuk menyelesaikan permasalahan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). 

Target BPPN mengincar BUMI untuk menyelesaikan tunggakan Bank Nusa Nasional menjadi laporan Bisnis Indonesia edisi 29 September 2003. Kala itu, koran ini menurunkan tajuk 'BPPN Siap Eksekusi Jaminan 51% Saham Bumi Resources'. 

Disebutkan dalam Bisnis edisi 18 tahun lalu itu, BPPN menyatakan siap mengeksekusi jaminan berupa 51 persen saham PT Bumi Resources Tbk milik Nirwan Dermawan Bakrie bila penjualan atas aset lain yang telah diserahkan debitur itu tak cukup untuk melunasi utangnya.

"Di tangan BPPN saat ini ada 51 persen saham Bumi Resources yang dijaminkan Nirwan. Kalau ternyata aset yang sedang dalam proses penjualan tidak cukup, tentu kami siap eksekusi saham di Bumi Resources itu," ujar seorang pejabat BPPN saat itu. 

Dia mengatakan melalui Program Penjualan Aset Investasi (PPAI), BPPN membuka tender untuk penjualan Barang Jaminan Diambil Alih (BJDA) milik Nirwan Bakrie terkait Bank Nusa Nasional.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

To top