Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Seorang pekerja melintas di depan pabrik PT Gudang Garam Tbk. Kediri, Jawa Timur. - Antara / Arief Priyono
Lihat Foto
Premium

Menguak Jejak Japan Tobacco di Balik Kepul Saham Gudang Garam (GGRM)

Rumor masuknya Japan Tobacco berhembus di tengah laju saham GGRM yang tengah reli dalam tiga pekan terakhir.
Herdanang A. Fauzan & M. Nurhadi Pratomo
Herdanang A. Fauzan & M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com
02 Juli 2021 | 17:27 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Produsen rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) masih berdansa di lantai bursa. Hari ini, harga saham emiten berkode GGRM tersebut naik 6,9 persen menuju level Rp47.250 per saham.

Kenaikan ini sekaligus memantapkan rapor positif saham GGRM baru-baru ini. Dalam seminggu terakhir akumulasi kenaikan harga saham GGRM telah mencapai 21,94 persen, sementara dalam kurun sebulan terakhir saham emiten ini sudah menanjak 40,63 persen.

Secara tahun berjalan, saham GGRM telah melalui penguatan 15,24 persen dari posisi awal Rp41.000.

Kenaikan saham GGRM, perusahaan rokok yang sejak awal tahun terus dipukul sentimen kenaikan cukai rokok tentu punya alasan khusus. Apalagi pemicu khusus itu kalau bukan rumor akuisisi oleh perusahaan rokok terbesar Jepang, Japan Tobacco.

Bisnis coba mengonfirmasi kebenaran tersebut kepada salah satu Direktur Gudang Garam Istata Siddharta. Namun, Istata enggan membenarkan maupun menyanggah rumor tersebut.

“Mohon maaf, hal tersebut bukan domain saya,” kata Istata ketika dihubungi Jumat (2/7/2021).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

To top