Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Lonjakan harga bitcoin ternyata juga terjadi di tengah lonjakan harga emas yang menjadi pilihan investasi aman. Apa saja penyebabnya? (Bloomberg)
Premium

Pandemi Belum Reda, Pilih Emas atau Bitcoin Cs. untuk Safe Haven?

07 Juni 2021 | 17:30 WIB
Emas diproyeksikan akan melonjak ke harga tertinggi baru tahun depan, namun investor mencari alternatif mata uang seperti Bitcoin Cs. lantaran balon utang global yang terus menanjak akibat ongkos penanganan Covid-19. Mana yang lebih menarik?

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas di pasar spot tercatat telah meningkat sejak Maret 2021. Dalam dua bulan terakhir, logam kuning itu terhitung sudah mengalami kenaikan 13 persen. 

Kenaikan harga emas disebabkan oleh ekspektasi tingginya inflasi di Amerika Serikat (AS) serta jebloknya dolar AS. Meski demikian, hari ini (7/6/2021) hingga pukul 17.44 WIB melansir Bloomberg, harga emas turun tipis 0,41 persen di level US$1.883,92 per troy ounce.

Sementara itu, Bitcoin misalnya dalam beberapa bulan ini mengalami kejatuhan setelah diusik Elon Musk yang menyatakan mata uang kripto itu tidak dapat digunakan untuk membeli mobil Tesla karena masalah emisi karbon yang tinggi. Bitcoin sudah turun 45 persen sejak harga tertingginya pada April 2021. Pada kondisi tersebut, investasi safe haven dibutuhkan dalam diversifikasi portofolio untuk memitigasi risiko dari ekonomi yang kembali bergejolak.

Co-chief investment officer dan manajer portofolio senior di SkyBridge Capital Troy Gayeski mengatakan sebenarnya keduanya cenderung reli bahkan ketika Federal Reserve bergerak untuk mengurangi pembelian aset. Selain itu, keduanya sering dibandingkan oleh investor.

Mantan Menteri Keuangan Lawrence Summers mengatakan cryptocurrency dapat tetap menjadi fitur pasar global sebagai sesuatu yang mirip dengan emas digital.

"Kami akan tetap berpegang pada Bitcoin dan crypto karena kami hanya berpikir ada lebih banyak keuntungan, meskipun ada lebih banyak volatilitas," kata Gayeski dalam sebuah wawancara seperti dikutip Bloomberg, Senin (7/6/2021).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top