Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Direktur Utama PT Medikaloka Hermina Tbk Hasmoro (tengah), Komisaris Utama Paulus Kusuma Gunawan (kedua kiri), Wakil Komisaris Husen Sutakaria, Direktur Binsar Parasian Simorangkir (kedua kanan) dan Direktur Yulisar Khiat berbincang usai RUPS Tahunan, di Jakarta, Selasa (30/4/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Lihat Foto
Premium

Tekad Bulat Emiten RS Hermina (HEAL) Maksimalkan Momentum Emas

PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) kembali bersiap melaksanakan aksi korporasi pada tahun ini. Setelah stock split, apa yang direncanakan perusahaan dan bagaimana proyeksi dampaknya ke kinerja?
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com
31 Mei 2021 | 18:55 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Pengelola RS Hermina, PT Medikaloka Hermina Tbk., tampaknya tak ingin menyia-nyiakan momentum yang dimiliki oleh sektor kesehatan di tengah tahun pemulihan pandemi Covid-19.

Belum genap sebulan sejak perseroan mengumumkan rencana untuk melakukan pemecahan nominal saham alias stock split, kini emiten berkode HEAL tersebut mengagendakan aksi pembelian saham kembali alias buyback. Perseroan menganggarkan dana maksimal Rp66 miliar, dengan asumsi pembelian dilakukan dengan harga pelaksanaan tertinggi Rp5.500 per saham dan porsi pembelian 12 juta saham.

Penganggaran ini, menurut Direktur HEAL Aristo Setiawidjaja, bakal membuat pendapatan perusahaan berpotensi menurun dari estimasi awal. Namun, penurunannya tidak akan besar.

Dia juga menjamin penurunan pendapatan tersebut tidak akan mengganggu stabilitas performa keuangan HEAL. Dengan kondisi perusahaan saat ini, dirinya optimistis dampak baik yang akan ditimbulkan oleh aksi korporasi tersebut cenderung lebih besar.

“Perseroan memiliki modal kerja dan arus kas yang memadai untuk melaksanakan rencana pembelian kembali saham sehingga direksi perseroan menilai bahwa pelaksanaan pembelian kembali saham ini tidak akan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan perseroan,” tutur Aristo dalam keterangan tertulis, Minggu (30/5/2021).

Saham yang dibeli rencananya bakal diletakkan ke dalam saham treasuri sehingga dapat dijual sewaktu-waktu pada masa yang akan datang. Artinya, pembelian ini akan punya dampak positif terhadap ketersediaan modal jangka panjang perseroan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top