Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Karyawan melintas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/5/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Premium

Saham Properti dan Real Estate Masih Melempem, Siapa Layak Koleksi?

28 Mei 2021 | 19:24 WIB
Kendati telah mendapatkan sejumlah insentif dari pemerintah, nyatanya kinerja emiten properti masih melempem. Namun, beberapa emiten sektor tersebut cukup layak dikoleksi.

Bisnis.com, JAKARTA – Properti menjadi salah satu sektor yang paling banyak insentif di tengah pandemi Covid-19. Meski terbilang banjir insentif nyatanya sentimen tersebut tidak belum mampu mengdongkrak rapor merah saham emiten properti.

Misalnya saja, pemerintah telah mengucurkan insentif dengan menanggung Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk rumah tapak dan rumah susun dengan harga jual maksimal Rp5 miliar.

Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.21/2021. Pemerintah menanggung 100 persen PPN untuk rumah tapak dan rumah susun dengan harga jual paling tinggi Rp 2 miliar.

Selanjutnya, pemerintah juga memberikan insentif dengan menanggung PPN 50 persen untuk harga jual rumah lebih dari Rp 2 miliar sampai dengan Rp5 miliar. Insentif tersebut berjalan enam bulan, selama bulan Maret hingga Agustus 2021.

Meski dibanjiri insentif, namun rapor Indeks IDX Sector Properties & Real Estate tercatat memiliki kinerja terburuk.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), per 28 Mei 2021, indeks sektor properti tersebut mengalami koreksi terdalam, atau sebesar 14,91 persen secara year to date (ytd) meski Bank Indonesia tidak mengubah suku bunga acuannya di level tersendah yakni 3,5 persen.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top