Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton, Jawa Timur.  - paitonenergy.com
Premium

Prospek Emiten Batu Bara, Usai Konsumsi untuk Pembangkit Listrik Disetop

28 Mei 2021 | 15:24 WIB
Pemerintah berencana menyetop penggunaan batu bara untuk pembangkit listrik dalam beberapa tahun ke depan. Lalu bagaimana dampaknya kepada emiten batu bara nasional?

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia baru saja mempertegas kebijakannya terkait dengan pengelolaan konsumsi energi dalam negeri. Salah satunya terkait dengan pengendalian penggunaan batu bara sebagai bahan bakar pembangkit listrik.

Hal itu ditegasakan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang mengatakan pemerintah Indonesia secara bertahap menghentikan penggunaan operasional pembangkit listrik berbahan bakar batu bara. 

Batu bara diangap sangat merusak saat dibakar untuk menghasilkan listrik atau panas tanpa menggunakan teknologi untuk menangkap emisi yang dihasilkan. Sementara itu, sistem tersebut belum banyak digunakan dalam pembangkit listrik.

Sebagai gantinya, pemerintah bakal berfokus mengembangkan energi baru dan terbarukan (EBT) mengingat Indonesia memiliki potensi besar dibidang energi terbarukan. Oleh karena itu, Luhut mengatakan secara bertahap pemerintah memensiunkan penggunaan batu bara dalam pembangkit listrik nasional.

Langkah tersebut sebenarnya sejalan dengan kebijakan global dalam melawan efek dari global warming yang salah satunya disumbang oleh efek penggunaan batu bara khususnya untuk PLTU.

Belum lagi, lembaga keuangan dunia sudah mulai berkurang yang mau mendanai pengembangan pembangkit fosil yang tidak ramah lingkungan. Sebagai informasi, tujuh negara maju yang termasuk dalam kelompok G7 sepakat untuk menghentikan pembiayaan internasional untuk proyek batu bara.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top