Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Kendati suku bunga turun, imbal hasil SUN masih tinggi yang membuat biaya bunga mahal. Namun, emiten tak mengendurkan niatnya untuk mencari modal. Brent Lewin - Bloomberg
Premium

Saatnya Beli Obligasi Kala Bunga Deposito Mini?

27 Mei 2021 | 12:52 WIB
Obligasi dapat menjadi pilihan alternatif bagi investor dibandingkan mengandalkan suku bunga perbankan yang masih dipertahankan otoritas di level mini.

Bisnis.com, JAKARTA - Langkah Bank Indonesia menahan BI 7-Day (Reverse) Repo Rate atau lebih sering disebut suku bunga acuan di level 3,5 persen membuat investasi dengan deposito tidak lagi menjanjikan imbal hasil menarik.

Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI 24-25 Mei 2021 diputuskan suku bunga acuan tetap 3,50 persen. Perinciannya suku bunga deposit facility atau tabungan sebesar 2,75 persen, dan suku bunga pinjaman atau lending facility 4,25 persen.

Dengan perkiraan inflasi dari Bank Indonesia pada tahun ini sebesar 3,12 persen, maka meletakkan uang di tabungan dengan menggunakan patokan BI 7-Day (Reverse) Repo Rate hampir pasti memberi kerugian bagi investor. Pasalnya pertumbuhan uang yang ditanam dalam tabungan kehilangan nilai akibat laju inflasi.

Dengan realitas ini, Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto menuturkan surat utang negara (SUN) akan menjadi instrumen utama pengalihan uang masyarakat dari tabungan.

Dengan imbal hasil tergolong stabil di tengah volatilitas pasar keuangan, investasi di obligasi seperti surat utang pemerintah dapat menjadi pilihan investor ritel. Apalagi peran pemerintah sebagai penerbit menjadikan tingkat keamanan surat utang relatif tinggi.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top