Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Mata uang crypto Ethereum Emas pada dolar AS/ANTARA-Shutterstock - pri.
Premium

Bekal Ethereum untuk 'Menikung' Bitcoin di Pasar Kripto

24 Mei 2021 | 15:18 WIB
Konsumsi listrik dan jejak karbon yang tinggi dalam penggunaan Bitcoin, menimbulkan kritik yang masif. Menanggapi hal itu, Ethereum bersiap meluncurkan terobosan baru.

Bisnis.com, JAKARTA – Selama ini aset kripto, terutama Bitcoin mendapat kritikan yang cukup masif lantaran dinilai memiliki jejak karbon yang tinggi.

Konsumsi listrik yang tinggi dalam proses penambangan dan transaksi Bitcoin, dikhawatirkan membuat penggunaan bahan bakar nonterbarukan untuk pembangkit listrik di beberapa negara meningkat.

Kritik itu sempat dilontarkan oleh sejumlah tokoh seperti Bill Gates dan bahkan oleh Elon Musk. Sekadar catatan, Musk awalnya adalah salah satu pendukung utama penggunaan Bitcoin sebagai alat transaksi dan investasi. Namun dukungannya ditarik baru-baru ini, setelah dia menyadari risiko yang ditimbulkan dari proses penambangan Bitcoin.

Sadar akan risiko bayang-bayang sentimen negatif dari jejak karbon yang tinggi tersebut, bos Ethereum yakni Vitalik Buterin memutuskan mengeluarkan terobosan baru lewat aset kripto buatannya.

Buterin dalam hal ini berencana mengurangi jejak emisi karbon dalam penggunaan Ethereum. Aksi tersebut menjadi sorotan seiring dengan pembalikan sikap Elon Musk dalam penggunaan Bitcoin karena masalah iklim dan lingkungan. 

Dia tengah menyiapkan beberapa terobosan baru-baru ini, yang memungkinkan secara drastis mengurangi penggunaan energi dalam penggunaan Ethereum dalam satu tahun.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top