Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Simbol Bitcoin dan Ethereum ditampilkan di layar selama Crypto Investor Show di London, Inggris, pada 10 Maret 2018. (Bloomberg)
Premium

Menilik Kinerja Historis Bitcoin Berdasarkan Kejatuhan 2017

24 Mei 2021 | 19:48 WIB
Peristiwa jatuhnya nilai Bitcoin pada 2017 bisa menjadi acuan untuk membandingkan kondisi rontoknya nilai mayoritas aset kripto saat ini.

Bisnis.com, JAKARTA – Beberapa pekan terakhir mungkin menjadi periode yang menyebalkan bagi para investor mata uang kripto, terutama Bitcoin.

Aset yang mendadak populer saat pandemi Covid-19 melanda itu, harus mengalami berbagai sentimen negatif. Alhasil harga Bitcoin dan sejumlah aset kripto lain mengalami penurunan yang cukup dalam.

Bitcoin sendiri, harganya terkoreksi hampir 50 persen dari level tertingginya pada April 2021 lalu. Sekadar catatan, harga Bitcoin sempat menembus US$65.000 pada April lalu. Kini, nilai aset kripto itu merosot tajam ke level US$37.131 per Senin (24/5/2021), menurut data Coinmarketcap.com.

Rasa frustasi pun melanda sejumlah investor yang menanamkan dananya ke aset kripto. Tak heran jika sejumlah pengamat memperkirakan, para investor kripto kini beralih menginvestasikan dananya ke sektor tradisional seperti emas dan saham.

Namun demikian, menarik bila melihat kinerja Bitcoin saat ini dengan menilik sisi historisnya. Mengingat, kejatuhan yang dalam dari harga Bitcoin dan aset kripto lain saat inni, bukanlah yang pertama kali terjadi.

Periode kejatuhan harga Bitcoin dan aset kripto lain pada 2017 bisa menjadi salah satu acuan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top