Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pekerja PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) menyelesaikan proses akhir pembuatan produk Spun Pile di Plant Karawang Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). - Bisnis/Dedi Gunawan
Premium

Waskita Beton (WSBP) Bertaruh Nasib di Tengah Badai PKPU

21 Mei 2021 | 17:13 WIB
PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) rupanya kembali harus menghadapi permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Bagaimana prospek emiten konstruksi ini?

Bisnis.com, JAKARTA — Sejak awal bulan ini, nasib PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) berada di tangan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Pada Senin (24/5/2021), emiten konstruksi pelat merah tersebut bakal melakoni persidangan keempatnya terkait permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang dimohonkan PT Existama Putranindo selaku vendor ekspedisi.

Kasus yang terdaftar dengan nomor perkara 187/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN Jkt.Pst tersebut cukup memukul reputasi saham emiten konstruksi itu di pasar modal. Betapa tidak, sejak permohonan didaftarkan pada 22 April 2021, saham WSBP terpantau terus mengalami kejatuhan.

Terakhir, pada sesi penutupan perdagangan Jumat (21/5), saham WSBP cuma dibanderol Rp168 per saham, amblas 5,08 persen dari posisi sehari sebelumnya. Apabila ditarik ke harga pada tanggal pendaftaran permohonan yang sebesar Rp196 per saham, WSBP telah mengalami akumulasi pelemahan hingga 14,28 persen.

Pergerakan jeblok saham WSBP itu seolah melengkapi rapor buruk sejak awal 2021. Secara tahun berjalan (year-to-date/ytd), pelemahan harga saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk. tersebut telah mencapai 42,46 persen, tepatnya dari harga awal tahun yang sebesar Rp292 per saham.

Sebelumnya, WSBP memang sudah sempat melalui perkara PKPU lain. Tepatnya, permohonan PKPU yang diajukan vendor pemasok material alam PT Hartono Naga Persada pada 31 Maret 2021, dan telah mulai disidangkan pada 8 April 2021.

Dalam perjalanan sidang kedua dan ketiga, pemohon tidak hadir dan akhirnya mencabut permohonan mereka kepada WSBP per 26 April 2021.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top