Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Kendaraan melintas di pintu Tol Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (23/5/2020). Menjelang Lebaran, salah satu titik kepadatan arus mudik di ruas tol Cikampek terpantau sepi dikarenakan adanya larangan mudik dari Pemerintah demi mencegah penyebaran wabah COVID-19. - ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Premium

Historia Bisnis : Target Triliunan Privatisasi BNI & Jasa Marga

12 Mei 2021 | 13:30 WIB
Pemerintah membidik dana segar Rp15 triliun dari privatisasi dua BUMN, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI).

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akhirnya memutuskan penjamin emisi atau underwriter penawaran umum perdana saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) dan penawaran kedua PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI).

Keputusan itu diambil Menneg BUMN yang kala itu dijabat oleh Sofyan A. Djalil. Pihaknya menargetkan privatisasi dua BUMN tersebut dapat dieksekusi sebelum periode 2007 berakhir.

Dinamika jelang pelepasan sebagian saham pemerintah di Jasa Marga dan Bank Negara Indonesia (BNI) terekam dalam pemberitaan Koran Bisnis Indonesia edisi 12 Mei 2007 di artikel berjudul ‘Privatisasi BNI & Jasa Marga Rp15 triliun’.

Privatisasi dua BUMN yang dijadwalkan berlangsung Juli 2007 digadang-gadang akan berjalan mulus. Dana segar yang diperoleh dari aksi korporasi itu mencapai Rp15 triliun dengan detail Rp10 triliun dari pelepasan saham BNI dan selebihnya penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) Jasa Marga.

“Saya bilang harus dapat harga terbaik. Jadi, IPO Jasa Marga maksimum Rp5 triliun tetap dengan jumlah saham sama. Tentu hal  itu sangat tergantung bagaimana valuasi dan kondisi pasar,” jelas Sofyan dikutip dari Koran Bisnis Indonesia edisi 12 Mei 2007.

Target perolehan dana tersebut lebih besar dari yang diperkirakan semula. IPO Jasa Marga diprediksi meraup Rp2,5 triliun dan penjualan saham BNI sekitar Rp7 triliun — Rp9,3 triliun.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top