Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
GEDUNG INDOSAT. - Bisnis/Himawan L Nugraha
Premium

Saat Indosat (ISAT) Makin Percaya Diri Usai Lego Menara Besar-besaran

06 Mei 2021 | 20:38 WIB
Selain membahas rencana merger PT Indosat Tbk. (ISAT) dengan PT Hutchison 3 Indonesia, penjualan lebih dari 4.000 menara menjadi sentimen lain yang melingkupi kinerja dan saham emiten telko tersebut. Apa saja dampak dari dua aksi korporasi ini?

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah melalui proses lelang dan negosiasi lumayan panjang, tinggal selangkah lagi bagi PT Indosat Tbk. (ISAT) untuk merampungkan penjualan 4.247 menara mereka kepada PT Epid Menara Assetco (EMA).

Dalam Laporan Pendapat Kewajaran yang dirilis perseroan di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (4/5/2021), emiten telekomunikasi yang identik dengan warna kuning itu menjabarkan bahwa nilai transaksi menara tersebut berkisar Rp10,47 triliun.

“Nilai rencana transaksi akan dibayar oleh pemenang [EMA] selambat-lambatnya tanggal 30 Juni 2021,” papar Sekretaris Perusahaan ISAT Billy Nikolas Simanjuntak.

Per 31 Desember 2020, ISAT tercatat memiliki ekuitas sekitar Rp12,91 triliun. Artinya, dengan penjualan tersebut, dalam jangka pendek nilai ekuitas akan menurun signifikan mengingat nilai menara yang dijual setara 81 persen ekuitas.

Aset perseroan juga akan mengalami penyusutan, dengan proyeksi dampaknya akan terasa sampai 2025.

Kendati transaksi penjualan menara tersebut dipastikan mengerek margin laba ISAT, untuk periode 2022-2025, perseroan memproyeksi bakal ada penurunan margin laba menjadi kisaran 0,76 persen hingga 1,72 persen. Sebelum penjualan menara, ISAT sempat memprediksi margin laba mereka hingga 2025, bakal ada di kisaran 1,79 persen hingga 2,51 persen.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top