Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pejalan kaki berjalan melewati logo Telkom di Jakarta, Senin (27/11). - JIBI/Dedi Gunawan
Premium

Tantangan Bayangi Telkom (TLKM) Pulihkan Jaringan di Indonesia Timur

05 Mei 2021 | 08:13 WIB
Sejumlah tantangan harus dihadapi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. untuk memperbaiki sistem komunikasi kabel bawah laut (SKKL) di Indonesia Timur, termasuk potensi penurunan pendapatan.

Bisnis.com, JAKARTA – Putusnya sistem komunikasi kabel bawah laut (SKKL) Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) yang terjadi sejak Jumat (30/4/2021), memberikan tantangan tersendiri bagi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Ketua Pusat Studi Kebijakan Industri dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia ITB Ian Yosef M. Edward mengatakan untuk memperbaiki sistem komunikasi kabel bawah laut bukanlah hal yang mudah.  Hal itu, diperkirakan membuat tidak adanya jaminan sistem komunikasi serat optik itu pulih dalam waktu singkat.

Ian memperkirakan, sejumlah hal seperti cuaca, kondisi lapangan – misalnya kedalaman laut -, ketersediaan kapal, peralatan dan sumber daya manusia akan menjadi faktor penentu pemulihan SKKL milik perusahaan telekomunikasi pelat merah tersebut.

“Waktu pemulihan tergantung keadaan tersebut,” kata Ian, Selasa (4/5/2021).

Sebelumnya, Telkom Jayapura menyatakan kabel laut miliknya putus pada titik 360 kilometer pada Jumat (30/4/2021). Kondisi itu mengakibatkan komunikasi digital melalui jaringan data seluler tidak bisa digunakan untuk sementara waktu.

Perbaikan kabel putus di tengah laut harus menunggu kapal khusus, sehingga membutuhkan waktu sekitar 1 bulan. Telkom mengoptimalkan kapasitas satelit, sistem komunikasi radio IP terrestrial, termasuk pemanfaatan jarinan Palapa Ring Timur untuk proses pemulihan kualitas layanan secara bertahap.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top