Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pekerja melakukan inspeksi pengangkutan batu bara di atas ban berjalan. - Bloomberg / Dadang Tri
Premium

Nasib Emiten Batu Bara saat India Digoyang Covid-19 Jilid Ketiga

04 Mei 2021 | 16:27 WIB
Gelombang susulan pandemi Covid-19 di India membawa dampak negatif bagi emiten batu bara Indonesia. Bagaimana proyeksi kinerjanya?

Bisnis.com, JAKARTA — Sepanjang kuartal I/2021, sebagian produsen batu bara mulai memancarkan sinyal-sinyal pemulihan kinerja seiring tekanan permintaan yang terjadi sejak tahun lalu. Namun, belum juga pertanda bagus tersebut dirasakan semua emiten, ujian baru sudah siap menanti.

Kedatangan gelombang ketiga pandemi Covid-19 yang mengguncang India berpotensi membuat permintaan impor dari negara tersebut berkurang. Terlebih, seiring keputusan pemerintah setempat untuk memperketat titik-titik perbatasan jalur kapal.

“Dalam beberapa bulan mendatang, permintaan impor kemungkinan akan terpengaruh lonjakan kasus Covid-19, tingginya stok yang masih ada, dan harga naik di pasar global,” tutur peneliti sekaligus CEO perusahaan periset batu bara Mjunction Vinaya Varma seperti dilansir Business Today, Minggu (2/5/2021).

Sinyal penurunan tersebut sudah terasa sejak Maret 2021. Impor batu bara non coking dari negara tersebut berkisar 12,12 juta ton, turun dari 13,16 juta ton pada Maret 2020.

Dalam riset awal yang dilakukannya, Mjunction memprediksi jika pandemi tak kunjung mereda, permintaan impor batu bara dari India bisa mengalami koreksi sampai 12,62 persen.

Sebagai informasi, tahun lalu, total impor batu bara India diperkirakan Mjunction mencapai 247,1 juta ton. Artinya, pandemi bisa jadi membuat nominal tersebut akan turun jadi sekitar 215,92 juta ton saja.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top