Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pekerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) melakukan perawatan regulator jaringan gas rumah tangga (jargas) di Krueng Geukuh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Aceh, Selasa (2/6/2020). - ANTARA FOTO/Rahmad
Premium

Sentimen Negatif Tertinggal di 2020, Bagaimana Saham Perusahaan Gas Negara (PGAS) Kini?

04 Mei 2021 | 14:11 WIB
Meski kinerja kuartal I/2021 menunjukkan realisasi menggembirakan, saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) masih berada di zona merah. Mampukah berbagai sentimen positif yang ada membawa saham perusahaan kembali menguat?

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah dirundung berbagai masalah pada 2020, PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) bisa bernapas lebih lega pada awal tahun ini setelah kinerja 3 bulan pertama menunjukkan pertumbuhan. Tapi, bagaimana dengan pergerakan sahamnya?

Sepanjang tahun lalu, pendapatan perusahaan pelat merah itu turun 25,02 persen secara year-on-year (yoy) menjadi US$2,88 miliar dari realisasi 2019, yang senilai US$3,84 miliar.

PGAS juga harus rela mengalami kerugian hingga US$264,77 juta. Padahal, pada 2019, perseroan masih mengantongi laba bersih US$67,58 juta.

Kondisi global dan domestik yang serba tidak pasti akibat pandemi Covid-19 diakui sangat berdampak terhadap kinerja perusahaan pada 2020. Belum lagi, sengketa pajak yang menjadi sentimen negatif tambahan.

Pertengahan April 2021, Direktur Keuangan PGN Arie Nobelta Kaban membantah bahwa kerugian yang dialami perusahaan dilatarbelakangi oleh adanya penugasan pemerintah untuk memberikan harga gas khusus industri tertentu.

"Faktor kontribusi [kerugian] terbesar sebenarnya dari sisi pajak," ujarnya, Senin (19/4/2021).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top