Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Manajemen PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) berfoto usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2020 di Jakarta, Rabu (28/4/2021). - kimiafarma.co.id
Premium

Pertaruhan Kredibilitas Kimia Farma (KAEF)

03 Mei 2021 | 18:22 WIB
PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) sedang dirundung masalah besar. Apakah strategi perombakan internal bakal mengembalikan reputasi dan kredibilitas emiten farmasi ini?

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten farmasi pelat merah PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) sempat jadi primadona di Bursa Efek Indonesia (BEI). Betapa tidak, hanya dalam sepekan sejak perdagangan saham 2021 dimulai, harga saham KAEF sempat mengalami kenaikan 64 persen lebih.

Namun, seiring surutnya euforia pasar terhadap potensi proyek vaksinasi pemerintah, saham KAEF berbalik layu layaknya tanaman yang sudah berbulan-bulan lupa disiram. Diperdagangkan di harga Rp2.730 per saham per penutupan perdagangan, Senin (3/5/2021), saham KAEF telah melemah 35,76 persen secara tahun berjalan (year-to-date/ytd) dari posisi Rp4.250.

Apabila ditarik dengan perbandingan rekor harga tertingginya pada Selasa (12/1), yakni Rp6.975 per lembar, harga KAEF per Senin (3/5), bahkan telah amblas sekitar 60,86 persen.

Badai yang menenggelamkan saham KAEF sebenarnya bukan cuma perkara lesunya euforia vaksin Covid-19. Polemik terungkapnya penggunaan alat tes swab antigen bekas di Bandara Internasional Kualanamu Medan pada bulan lalu, juga menggerus reputasi perusahaan.

Peristiwa yang sempat bikin sejumlah petinggi perusahaan ikut diperiksa tersebut sempat bikin pemerintah geram.

“Saya sendiri yang meminta semua yang terkait, mengetahui, dan yang melakukan [penggunaan alat swab bekas] dipecat dan diproses hukum secara tegas,” tutur Menteri BUMN Erick Thohir dalam pernyataan tertulis yang diterima Bisnis, Kamis (29/4).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top