Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Alat berat membersihkan area penimbunan batu bara. -  Bloomberg / Nicolo Filippo Rosso
Premium

Ambisi PTBA, BUMI, INDY dan Risiko Kenaikan Produksi Batu Bara Nasional

03 Mei 2021 | 07:18 WIB
Terdapat sejumlah kekhawatiran di tengah keputusan pemerintah dan sejumlah emiten dalam menaikkan target produksi batu bara pada tahun ini.

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah baru-baru ini memutuskan untuk mengerek target produksi batu bara nasional pada tahun ini. Hal ini sejalan dengan harapan dari sejumlah produsen komoditas tersebut, terutama yang melantai di bursa saham Indonesia.

Seperti diketahui, atas dasar pertimbangan dampak pandemi Covid-19 yang telah mengakibatkan  penurunan keekonomian kegiatan pertambangan secara global pada  tahun  lalu, pemerintah  memberikan dukungan dengan menambah jumlah produksi batu bara pada 2021 untuk penjualan ke  luar negeri.    

Tambahan jumlah produksi batu bara tersebut tidak dikenakan kewajiban persentase penjualan batu  bara untuk kepentingan dalam  negeri.

Dengan adanya potensi tambahan sebanyak 75 juta ton, produksi dapat melonjak hingga 625 juta ton  atau jadi rekor tertinggi selama ini.  Semula, Kementerian ESDM menargetkan produksi batu bara tahun  ini sebanyak 550 juta ton,  tidak berubah dari target produksi pada 2020.

Adapun, tambahan jumlah produksi batu bara tahun ini sebanyak 75 juta ton untuk penjualan ke luar negeri tersebut ditetapkan melalui Keputusan Menteri No. 66.K/HK.02/MEM.B/2021 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 255.K/30/MEM/2020 tentang Pemenuhan Kebutuhan Batubara Dalam Negeri Tahun 2021

Nemun demikian, penaikan target produksi batu bara nasional tahun ini, dikhawatirkan dapat memberikan tekanan terhadap harga batu bara.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top